Eksis,.?! silakan,, asal tetap proporsional
March 12, 2012
Stay connected , -kira-kira begitu istilah kerennya- ,,hampir menjadi suatu kebutuhan , karena dengan begitu, (kebanyakan) orang di permulaan abad 21 ini merasa hidup lebih terasa hidup.
Tidak usah jauh-jauh, bahkan saya yang sekarang sedang menuliskan uneg-uneg saya dengan menggunakan sebuah komputer yang terhubung ke Internet [yang nota benenya juga merupakan suatu representasi alat komunikasi ] masih di temani sebuah telepon seluler. padahal kurang apa komputer yang sedang ada di hadapan saya saat ini, selama ada aplikasinya saya bisa terhubung dengan orang yang saya sudah kenal bahkan akan kenal sekalipun [selama aplikasi pendukung untuk itu ada dan telah terinstal / terpasang].
Dalam tulisan ini, saya tidak ingin mencari cacat dan cela dari alat komunikasi, entah apapun bentuknya. karena saya pikir tentu percuma, saya kira akan cukup fair bila kita memandangnya dari sisi realita bahwa alat komunikasi itu adalah alat/perangkay , yang di tujukan untuk memberi kemudahan.
kita tentu bisa sepakat bahwa, alat komunikasi itu kan sebenarnya hanya sebuah media yang di tujukan untuk kemudahan manusia, perkara yang di mudahkan adalah hal yang melanggar norma ataupun selaras dengan nya,
ya kembali kepada manusia sebagai penggunanya.
Mereka yang kurang open minded mungkin lupa bahwa E-mail (electronics mail) yg saya ambil sebagai sebuah contoh cara orang berkomunikasi yang hingga saat ini masih di pakai, dapat menghemat sekian jumlah rantai pengiriman seandainya sebuah dokumen katalog penjualan milik seorang juragan mebel di suat lokasi yang agak pelosok di Indoesia (misalnya ) ingin memasarkan produknya di salah satu negara lain di dunia, yang untuk mencapainya lazim menggunakan pesawat terbang ,itu apabila di kirimkan dengan cara konvensional entah melalui jasa ekspedisi dan lain sebagainya.
cukup kirimkan materi digital, kalaupun ada penggantian biaya cetak , cukup di transfer lalu bukti transfer di scan kemudian di kirim melalui email kepada rekanan yang berada di tempat berbeda.
Satu contoh itu saja sudah menunjukkan betapa alat komunikasi itu penting
bukan kah begitu..?
jadi , jangan lupa..!!
Be proportional..
Familiar to SQL,. You may wanna try this,,
February 27, 2012
Pernahkah anda bayangkan bagaimana susahnya mengelola database bila SQL tidak/belum di temukan ,..?
yagh, lupakan saja pertanyaan itu, karena faktanya -SQL does exist. -
dengan keberadaan SQL ini, hubungan antara manusia dengan database pada mulanya baik-baik saja,
[namun, semua berubah setelah negara api menyerang...]
yagh begitulah ceritanya..
okay,
sebenarnya dalam tulisan ini saya akan mengemukakan beberapa hal, terkait perlunya:
efficiency, effectivity & Overall SQL Optimization (Optimasi SQL) dalam menjalani keseharian anda dengan bahasa untuk meng -Query-ini
=> sampai di sini saya harap tidak ada yang berfikir SQL itu adalah merk dari sebuah sabun colek batangan ..?
(emang ada gituwh sabun colek batangan,..? )
sebenarnya saya sudah berbaik sangka bahwa para pembaca telah mengetahui (atau minimal mengenal) apa itu SQL,
[jika belum: baca tulisan saya yang lain terkait SQL ]
[jika sudah: lanjutkan baca artikel blog Ini ]
mari lanjuutt..
masih terkait dengan judul dan ulasan di awal tulisan, sekarang kita coba untuk memandang database dari sudut pandang “Database Admin.” (yagh, itu istilah keren untuk mereka yang kerjanya nyolak-nyolek mouse/touchpad, dan pencat pencet keyboard serta menghabiskan ba(nnyyyy)ak waktu dengan komputer yang bukan komputer biasa,
agak sedikit repot sih bercanda dengan anda yg belum pernah melihat DB-Admin yang kerap berurusan dengan server se -GDe gaban yang kadang jumlahnya mencapai sekian rak (baik Via GUI maupun interaksi fisik )
ok show must go on,
nagh kadang, si DB Admin mendapati Database nya mogok, ngambek, koBHongan a.k.a berasap ( parah mEnn) & kejadian lain yang kadang dramatis sehingga database berada dalam situasi yg kerap di istilahkan dengan :
“sedang mengalami penurunan performa”
So,. supaya hal-hal buruk pada database seperti yang sudah di sebutkan tadi dapat di hindari/ di cegah
maka pemahaman akan tuning dan best practice dari berbagai kejadian dan sumber sangat di perlukan, sehingga semakin hari seorang DB Admin memiliki skill yang semakin DewA
(well I believe CS student terutama yang aktif di OTI, kampus Sekip-Bulak sumur South building totally familiar to what DewA suppose to mean )
Konfigurasi file, proses update atas paket security atau service dari database mungkin bisa menjadi jalan keluar, namun hal tersebut belum dapat menjadi solusi umum.
adapun yang akan di sampaikan oleh penulis berikut ini (berupa tips / langkah) semoga dapat anda jadikan panduan untuk kebaikan anda & data base yang anda kelola
[amiin mode on]
- Batasi ORDER BY
sebagai DB Admin sadarkah anda bahwa ORDER BY sebenarnya menambah beban Query,..?
yup sekelebat pikiran yang melintas di pikiran anda benar,
ORDER BY yg berfungsi untuk mengurutkan data pada dasarnya menerapkan suatu proses bernama SORT [saya kira anda bisa menangkap maksud saya] dan ini oleh “si pemroses” tentu merupakan hal yang cukup “sesuatu”.
maka, gunakan lah ORDER BY secara bijak & bila memang benar-benar di butuhkan oleh aplikasi yang memanfaatkan database.
Andaikata harus ORDER BY lakukan saja di sisi Client, bukan di server. ini dilakukan terutama dalam arsitektur yang memiliki komponen grid.
- Gunakan WHERE
tepat sekali bila anda berpikiran WHERE yang berguna untuk menyaring record ini masuk ke dalam faktor yang dapat mengoptimasi database anda.
(dan saya memang mencantumkannya di sini sebagaimana yang sedang anda baca)
dan saya harap anda tidak lupa bahwa jika anda telah menggunakan WHERE di awal Query hal tersebut merupakan suatu kebiasaan baik.karena akpanpun anda ingin untuk menambahkan kondisi tertentu anda tinggal menyambungkan Query tersebut dengan klausa AND diikuti kondisi yang diinginkan..
- Batasi Jumlah Record
tentu saja, anda perlu melakukan pembatasan jika ternyata anda adalah orang yang di percaya berinteraksi dengan database yang memiliki record besar, atau bahkan besar sekali
(anda yang tentukan batasan dari kata besar dan besar sekali)
nagh begitulah dengan pembatasan record.
misal: anda dapat menggunakan SELECT TOP 100 nama..
sehingga yang muncul sebagai result pun 100 record teratas field nama.
- Kecepatan Akses Operator
WHERE 1=1 dengan WHERE 0<>1 sama sama kondisi dengan hasil true value, hanya saja WHERE 1=1 di proses dengan waktu yang lebih singkat dari pada WHERE 0<>1.
maka, penulis mencoba memberi sedikit gambaran cara menyiasati penulis an operator saat meng Query
setidaknya berikut ini sebagian kecil (sekali) bocoran urutan operator (dimulai) dari yang paling cepat :
1. =
2. >, >=, <, <=,
3.LIKE
4. <>
akhirnya pesan saya sebagai penulis
“bijaksanalah untuk memutuskan penggunaan operator yang tercepat.”
—- to be continued —
don’t know when


